Bagikan!

Dari 15 (lima belas) sekolah yang dikunjungi dalam rangkaian program Nan Tumpah Masuk Sekolah (NTMS) 2025, sebanyak 7 (tujuh) sekolah terpilih dinyatakan lolos kurasi oleh tim kurator Pekan Nan Tumpah 2025. Kunjungan ke sekolah-sekolah tersebut dilakukan oleh Komunitas Seni Nan Tumpah (KSNT) dan telah rampung pada awal Juni lalu. Ketujuh sekolah terpilih akan berpartisipasi dalam Pekan Nan Tumpah 2025 yang akan diselenggarakan pada 24 – 30 Agustus 2025 di Fabriek Padang, Tabing, Kota Padang, Sumatera Barat. Sekolah-sekolah terpilih tersebut adalah SMK Negeri 4 Sijunjung, SMA Negeri 2 Sijunjung, SMK Penerbangan Nusantara, SMA Negeri 2 Gunung Talang, SMA Negeri 2 Batang Anai, SMA Negeri 9 Padang, dan SMA Negeri 1 Lubuk Sikaping.

Angelique Maria Cuaca, kurator Pekan Nan Tumpah 2025, menjelaskan bahwa penilaian terhadap sekolah dalam program NTMS mencakup komitmen dan antusiasme dalam membangun budaya apresiasi seni di kalangan siswa, serta kesiapan sarana pendukung untuk kegiatan ekstrakurikuler seni pertunjukan. Kemudian kegiatan ekskul dinilai dari kualitas karya—meliputi narasi, kerapian, dan nilai artistik—serta potensi keberlanjutan yang tercermin melalui rutinitas latihan, jumlah anggota aktif, dan inisiatif pembimbing dalam mengikutsertakan ekskul ke berbagai ajang. 7 (tujuh) sekolah sudah kami pilih berdasarkan aspek-aspek tersebut dan akan ditampilkan dalam agenda PNT 2025. 

NTMS adalah program tahunan KSNT yang telah berlangsung sejak tahun 2011. Program ini dilakukan dengan mengunjungi sekolah-sekolah untuk menampilkan pertunjukan teater sekaligus memberikan pelatihan dasar seni pertunjukan. Tujuannya adalah menghadirkan pengalaman langsung seni pertunjukan kepada siswa, serta memperkuat ekosistem kesenian di Sumatera Barat ke depannya—kepada siswa yang nantinya di masa depan akan jadi pelaku seni, kritikus pertunjukan, ataupun penikmat seni pertunjukan. Pada tahun ini, NTMS menjadi bagian dari rangkaian pra-festival Pekan Nan Tumpah 2025 dan turut membuka ruang bagi siswa untuk tampil dalam program festival.

Pekan Nan Tumpah (PNT) merupakan perhelatan seni 2 (dua) tahunan yang digagas oleh KSNT sejak tahun 2011, dan kini memasuki edisi ketujuh. PNT dikenal sebagai ruang temu lintas praktik seni—baik seni pertunjukan, seni rupa, sastra, maupun seni berbasis komunitas—yang mendorong dialog antar-disiplin dan memperkuat jaringan seniman serta pelaku budaya di Sumatera Barat.

Eka Permata Sari, guru SMK Negeri 4 Sijunjung, menjelaskan bahwa terpilihnya SMK Negeri 4 Sijunjung sebagai salah satu sekolah yang dipercaya untuk tampil dalam kegiatan PNT merupakan sebuah kehormatan dan kebanggaan. Hal ini bukan hanya kesempatan untuk tampil, tetapi juga bentuk pengakuan atas potensi, kreativitas, semangat juang siswa-siswi SMK Negeri 4 Sijunjung. 

Selain NTMS, dalam PNT 2025 juga terdapat agenda pra-festival lainnya seperti Diskusi Kelompok Terpumpun (DKT) yang juga sudah selesai dilaksanakan sebanyak 7 (tujuh) seri dengan menghadirkan lebih dari 7 (tujuh) narasumber yang berbeda dan 140 (seratus empat puluh) peserta dari berbagai kalangan disiplin ilmu.[]

Bagikan!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *