Bagikan!

Pertunjukan Daring – Sekolah Indonesia Makkah (Sabtu, 31 Mei 2025)

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Nan Tumpah Masuk Sekolah (NTMS) 2025, Komunitas Seni Nan Tumpah (KSNT) melaksanakan satu pertunjukan teater secara daring yang ditujukan kepada siswa-siswi Sekolah Indonesia Makkah (SIM). Kegiatan ini disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube resmi Komunitas Seni Nan Tumpah pada hari Sabtu, 31 Mei 2025, pukul 15.30 WIB atau 11.30 WAS (Waktu Arab Saudi), dengan lokasi penyiaran bertempat di halaman sekretariat KSNT, Korong Kasang.

Sebelum dimulainya pentas daring, kegiatan dimulai dengan pengantar mengenai program NTMS 2025 oleh manajer program KSNT, kemudian diikuti oleh sambutan dari guru pendamping SIM, Novi Delviana, S.Pd. Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan pertunjukan teater “Jam Belajar Tambahan”, yang menjadi produksi utama dalam setiap kunjungan NTMS.

Penonton utama pertunjukan terdiri atas siswa-siswi ekstrakurikuler teater dan kelas XI Sekolah Indonesia Makkah. Berdasarkan keterangan dari guru pendamping, kegiatan ini dimanfaatkan sebagai bagian dari tugas ekstrakurikuler dan evaluasi pembelajaran Bahasa Indonesia.

Selain penonton daring, pertunjukan juga disaksikan oleh masyarakat sekitar sekretariat KSNT di Korong Kasang. Warga dari berbagai kelompok usia hadir secara langsung dan menyaksikan pementasan di halaman terbuka. Penonton menempati area sekitar lokasi pertunjukan, baik duduk di atas tikar maupun berdiri di pinggir halaman. 

            Usai pentas, Novi Delviana, guru pengampu di sekolah Indonesia Makkah, menyebut pertunjukan “Jam Belajar Tambahan” sebagai suguhan yang segar, interaktif, dan menyenangkan bagi siswa mereka.

Pelaksanaan hari ketujuh NTMS 2025

Berlanjut ke penyelenggaraan hari ketujuh NTMS 2025 yang dilaksanakan pada tanggal 2 Juni 2025. Kegiatan NTMS 2025 diawali dengan kunjungan pertama di  SMA Negeri 1 V Koto Timur Kedatangan Komunitas Seni Nan Tumpah disambut hangat oleh anggota OSIS dan pihak sekolah. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Sekolah yang baru, kemudian dilanjutkan dengan sambutan pengantar dari Mahatma Muhammad selaku pimpinan KSNT, yang menjelaskan latar belakang kegiatan NTMS 2025, Pekan Nan Tumpah, dan dukungan program Dana Indonesiana dari Kementerian Kebudayaan.

Sebelum pertunjukan utama dari KSNT, siswa-siswi sekolah menampilkan dua bentuk karya seni pertunjukan. Pertama, sebuah pertunjukan musikalisasi puisi dengan menggunakan puisi yang berjudul “Pada Saat Diri Kembali” karya Adri Sandra. Kedua, sebuah tari kreasi berjudul “Anak Tanggo”. Tari ini menggunakan anak tangga sebagai simbol, bahwa untuk mencapai tujuan dalam hidup begitu banyak berhadapan dengan tantangan. Usai pertunjukan “Anak Tanggo”, agenda dilanjutkan kembali dengan pertunjukan teater “Jam Belajar Tambahan” yang dimainkan oleh KSNT. 

Usai mementaskan pertunjukan “ Jam Belajar Tambahan”, KSNT melanjutkan perjalanan ke sekolah kedua yakni SMA Negeri 6 Pariaman. Pihak sekolah membuka acara secara resmi di panggung terbuka yang dilengkapi dengan tenda untuk penonton. Kegiatan diawali dengan penampilan musikalisasi dari siswa-siswi SMA Negeri 6 Pariaman dengan puisi yang berjudul “Pecinta Buta” karya Denni Meilizon dan pertunjukan teater dari ekstrakurikuler Teater SMAN 6 Pariaman berjudul “Komedi Para Setan”. Kedua penampilan ini merupakan bagian dari pengembangan kegiatan ekstrakurikuler seni yang aktif di sekolah tersebut. Kemudian dilanjutkan kembali dengan pertunjukan teater dari KSNT yakni “Jam Belajar Tambahan. Meskipun terdapat penyesuaian teknis di lapangan, para aktor secara kreatif merespons suasana dan mengadaptasi properti sisa kegiatan pemilihan OSIS sebagai bagian dari pertunjukan. Respon penonton yang terdiri dari siswa kelas X dan XI terlihat antusias menikmati pertunjukan yang sedang berlangsung.

Pelatihan hari ketujuh ini diikuti oleh 42 (empat puluh dua) siswa yang berasal dari dua sekolah: SMA Negeri 1 V Koto Timur dan SMA Negeri 6 Pariaman, masing-masing mengirimkan 21 (dua puluh satu) peserta. Pelatihan dibuka oleh Fajry Chaniago yang memperkenalkan para mentor, menjelaskan tujuan kegiatan, dan membagikan modul pelatihan. Kemudian peserta dibagi ke dalam 4 (empat) kelompok kecil untuk kemudian menciptakan sebuah pertunjukan. Kegiatan pelatihan ditutup dengan evaluasi singkat dan penyampaian harapan untuk keberlanjutan praktik seni di lingkungan sekolah oleh Fajry Chaniago. []

Bagikan!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *