Selasa, 27 Mei 2025, adalah kunjungan hari keenam NTMS 2025. Kunjungan kali ini dilaksanakan di SMK Negeri 4 Sijunjung dan SMA Negeri 2 Sijunjung. Kunjungan pertama hari keenam dimulai dari SMK Negeri 4 Sijunjung yang terletak di daerah Kiliranjao. Kemudian akan dilanjutkan di SMA Negeri 2 Sijunjung sebagai agenda penutup hari keenam.
Agenda hari keenam ini dimulai dengan pertunjukan kelas ekskul dari sekolah yang menampilkan pertunjukan tari berjudul “Gemulai Harmoni Ranah Pasundan Minang” yang memperlihatkan paduan 3 (tiga) tarian tradisional Indonesia yaitu Tari Jaipong, Tari Piring , dan Tari Pasambahan. Kemudian dilanjutkan dengan pertunjukan “Jam Belajar Tambahan” dari KSNT dengan kemeriahan dan antusias yang sama seperti sekolah-sekolah sebelumnya. Bahkan seorang guru SMK Negeri 4 Sijunjung yang bernama Pak Asep terus saja memberikan celetukan di sela-sela pertunjukan seakan ia merasa terlibat sebagai pemeran dari pertunjukan KSNT tersebut.
Eka Permatasari, guru SMK 4 Sijunjung menjelaskan bahwa di sekolah SMK Negeri 4 Sijunjung ini tidak hanya ditempati oleh orang-orang Minang saja, namun ada juga yang berasal dari Mandailing, Sunda, Batak, dan lain-lain. Pertunjukan ekskul yang coba kami tampilkan adalah upaya untuk melestarikan keberagaman itu.
Berlanjut ke SMA Negeri 2 Sijunjung. Sebuah pertunjukan tari yang berjudul “Indang Rantak Sarompak” dibawakan siswa sekolah tersebut. Bercerita tentang aktivitas gadih Minang yang bermain di rumah gadang menggunakan indang sebagai alat dalam menyampaikan syair agama Islam. Tari ini dikemas berdasarkan kreativitas dan inovasi baru mencakup wiraga, wirasa dan wirama. Selain itu juga ada pembacaan puisi dengan judul “Kepada Kawan” karya Chairil Anwar oleh Miftahul Jannah, siswa SMA Negeri 2 Sijunjung. Setelahnya, “Jam Belajar Tambahan” dipentaskan. Dimulai dengan musik adegan pertama, masing-masing aktor mulai bermunculan dengan karakter khasnya masing-masing dan membuat penonton ikut memeriahkan pertunjukan dengan sorak dan gelak tawa.
Pelatihan dasar diselenggarakan sebanyak 2 (kali) pada kunjungan hari keenam karena letak sekolah SMK Negeri 4 Sijunjung dan SMA Negeri 2 Sijunjung cukup jauh. Total peserta dalam pelatihan dasar pertama yaitu 21 (dua puluh satu) orang dan total pelatihan kedua juga 21 (dua puluh satu) orang.
Wahdini Dwiranda, guru SMA Negeri 2 Sijunjung, menjelaskan bahwa agenda yang dibawa oleh KSNT ini sangat bermanfaat bagi sekolah. Terutama sekolah yang baru bergerak untuk menciptakan iklim baru terkait kesenian. Awalnya kami khawatir bahwa siswa-siswa di sekolah akan bosan untuk menonton pertunjukan dan mengikuti pelatihan. Namun, kekhawatiran itu langsung dijawab dengan antusiasme yang luar biasa dari siswa untuk menonton dan mengikuti pelatihan. Pasca kunjungan ini, sekolah akan lebih giat lagi menjalankan ekstrakurikuler seni, dan tentunya mengimplementasikan praktik baik yang sudah diberikan oleh KSNT pada kegiatan NTMS. []

Leave a Reply