Bagikan!

Program tahunan yang telah berjalan sejak 2011 ini kembali hadir menyambangi sekolah-sekolah menengah di Sumatera Barat dengan satu semangat: menghadirkan seni pertunjukan langsung ke ruang-ruang belajar, serta membuka ruang partisipasi bagi siswa untuk mengenal dan terlibat dalam proses kreatif seni pertunjukan.

Rangkaian kunjungan hari pertama NTMS ini dimulai pada tanggal 19 Mei 2025 di SMK Negeri 1 Ranah Pesisir yang menampilkan sebuah pertunjukan randai berjudul “Carito Ujang Palangai” dari kelas ekskul SMK Negeri 1 Ranah Pesisir dengan menampilkan gerak dasar silek khasnya yang energik. Kemudian dilanjutkan dengan pertunjukan teater dari KSNT yang berjudul “Jam Belajar Tambahan” naskah Yunisa Dwiranda dan disutradarai oleh Ivan Harley dengan pemain Nila Amelia Nabila, Cadhla Tri Gunawan, Magribi Ibrahim, Hafiz Zurrahman, Robi Ilham Al Fadriansyah, Diah Anggina, dan Hilda Ismia Putri. Pertunjukan ini bercerita tentang dinamika pemilihan ketua OSIS. Digarap dengan kemungkinan untuk pentas di berbagai ruang serta mempertimbangkan interaksi keterlibatan penonton siswa-siswi sekolah secara langsung.

Di sekolah kedua kunjungan hari pertama NTMS 2025, kelas ekskul SMA Negeri 1 Ranah Pesisir menampilkan pertunjukan tari kreasi yang berjudul “Semarak”. Kemudian dilanjutkan dengan pertunjukan “Jam Belajar Tambahan” dari KSNT. 

Usai mementaskan pertunjukan, KSNT memberikan pelatihan dasar seni pertunjukan dengan mentor Tenku Raja, Fajry Chaniago, Desi Fitriana, Desvy Sagita, dan Ivan Harley. Pelatihan hari pertama ini diikuti oleh 42 (empat puluh dua) orang peserta yang terdiri dari 21 (dua puluh satu) siswa dari SMK Negeri 1 Ranah Pesisir dan 21 (dua puluh satu) siswa dari SMA Negeri 1 Ranah Pesisir. Kemudian peserta dibagi ke dalam 4 (empat) kelompok kecil. Masing-masing kelompok diberi tema yang berbeda untuk kemudian membuat sebuah cerita utuh dari tema tersebut. Dan masing-masing mentor masuk ke tiap-tiap kelompok untuk memberikan pantikan dalam membangun cerita. Sebagai agenda penutup NTMS 2025 di Ranah Pesisir, tiap-tiap kelompok menampilkan sebuah pertunjukan yang ditonton oleh guru pendamping dan peserta dari masing-masing sekolah.

Mariyen Sagita, guru di SMA Negeri 1 Ranah Pesisir menyebutkan bahwa kunjungan Nan Tumpah Masuk Sekolah ini sebagai program yang sangat bermanfaat sekali untuk sekolah. Apalagi sekolah yang letaknya cukup jauh dengan daerah-daerah yang ekosistem seni pertunjukannya sudah terbangun. Menurutnya, program NTMS ini menggali potensi siswa untuk mempelajari lebih dalam soal teater. Dilihat dari pertunjukan yang mereka tampilkan tadi, mereka benar-benar menikmati prosesnya hingga pertunjukan yang mereka tampilkan. Namun sayangnya, waktu pelaksanaan dari agenda ini cukup terbatas dan itu sangat disayangkan sekali, tutupnya.

Tahun ini, NTMS menjadi bagian dari rangkaian prafestival Pekan Nan Tumpah (PNT) 2025 yang akan digelar pada 24–30 Agustus mendatang di Fabriek Padang. Selain menyuguhkan pertunjukan dan pelatihan seni, NTMS 2025 juga menjadi seleksi karya ektrakurikuler siswa sekolah yang dikunjungi untuk ditampilkan di PNT 2025. Selain itu juga sebagai medium promosi festival kepada generasi muda yang menjadi penonton dan pelaku potensial seni pertunjukan di masa depan.

Bagikan!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *