Setelah kunjungan hari pertama pada tanggal 19 Mei 2025 di sekolah SMK Negeri 1 Ranah Pesisir dan SMA Negeri 1 Ranah Pesisir lalu kunjungan hari kedua 20 Mei 2025 di SMA Negeri 4 Padang, SMA Negeri 9 Padang, dan SMK Negeri 3 Padang, pada hari ini 22 Mei 2025 Komunitas Seni Nan Tumpah (KSNT) memasuki hari ketiga kunjungan Nan Tumpah Masuk Sekolah (NTMS) 2025 di SMA Al Istiqomah di Simpang Empat, Pasaman Barat.
Tim NTMS 2025 tiba di SMA Al Istiqomah pukul 09.45 WIB. Kedatangan itu disambut oleh kepala sekolah, wakil kesiswaan, dan guru-guru di sekolah SMA Al Istiqomah. Tepat pukul 11.00 WIB, agenda NTMS dimulai di lapangan sekolah. Wakil kesiswaan memberikan kata sambutan kemudian dilanjutkan dengan pengantar sejarah NTMS oleh manajer program KSNT, Fajry Chaniago. Cuaca yang panas membuat para siswa berpencar untuk menonton di bawah pohon ataupun di depan kelas. Ketika penampilan tari dari ekskul SMA Al Istiqomah dimulai, terdengar tepuk tangan dari siswa dan guru-guru yang menonton. Kemudian dilanjutkan dengan pertunjukan “Jam Belajar Tambahan” naskah garapan Yunisa Dwiranda dan disutradarai oleh Ivan Harley. Pertunjukan yang melibatkan penonton sebagai pemain itu diwarnai oleh candaan spontan yang muncul di tengah berlangsungnya pertunjukan.
Salah seorang siswa SMA Al Istiqomah menyampaikan, jarang sekali ia menonton sebuah pertunjukan. Dan ketika menonton pertunjukan “Jam Belajar Tambahan”, ia merasa sangat senang sekaligus terhibur. Adanya kunjungan Nan Tumpah Masuk Sekolah ini membuat ia paham bagaimana menonton sebuah pertunjukan dan bagaimana proses untuk membuat sebuah pertunjukan.
Usai pertunjukan “Jam Belajar Tambahan”, kegiatan dimulai kembali pukul 14.00 WIB dengan pelatihan dasar seni pertunjukan yang dimentori oleh Desi Fitriana, Tenku Raja, Fajry Chaniago, dan Ivan Harley. 21 (dua puluh satu) orang peserta pelatihan dibagi menjadi 3 (tiga) kelompok yang masing-masing kelompok terdiri dari 7 (tujuh) orang.
Setelah pembagian kelompok, masing-masing kelompok dipantik untuk membuat sebuah cerita utuh berdasarkan tema yang diberikan. Kemudian masing-masing mentor membantu tiap-tiap kelompok untuk mengatur alur pertunjukan yang dibuat oleh peserta. Setelah itu, tiap-tiap kelompok menampilkan sebuah pertunjukan.
Wakil Kesiswaan SMA Al-Istiqomah menjelaskan, selama ini, seni pertunjukan apalagi teater tidak begitu banyak ditampilkan. Ekosistemnya masih belum terbangun. Wajah bahagia mereka (siswa-siswi SMA Al Istiqomah) tampak begitu menikmati pertunjukan dan pelatihan yang diberikan. Semoga saja dengan adanya kunjungan Nan Tumpah Masuk Sekolah ini menjadi awal untuk perubahan untuk dunia seni pertunjukan kedepannya, tutupnya. []
